Tampilkan postingan dengan label Bhs.Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhs.Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Alur, Penokohan, dan Latar Cerpen

A. Alur
Berdasarkan hubungan tersebut, setiap cerita mempunyai pola
alur sebagai berikut:
a. perkenalan keadaan;
b. pertikaian/konflik mulai terjadi;
c. konflik berkembang menjadi semakin rumit;
d. klimaks;
e. peleraian/solusi/penyelesaian.
B. Penokohan
Penokohan atau perwatakan adalah pelukisan tokoh cerita, baik
keadaan lahir maupun batinnya termasuk keyakinannya, pandangan
hidupnya, adat-istiadat, dan sebagainya. Yang diangkat pengarang
dalam karyanya adalah manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu,
penokohan merupakan unsur cerita yang sangat penting. Melalui
penokohan, cerita menjadi lebih nyata dalam angan pembaca.
Ada tiga cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak
tokoh cerita, yaitu dengan cara langsung, tidak langsung, dan kontekstual.
Pada pelukisan secara langsung, pengarang langsung
melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek,
baik, atau berkulit hitam. Sebaliknya, pada pelukisan watak secara
tidak langsung, pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan
tokoh cerita. Watak tokoh dapat disimpulkan dari pikiran, cakapan,
dan tingkah laku tokoh, bahkan dari penampilannya. Watak tokoh
juga dapat disimpulkan melalui tokoh lain yang menceritakan secara
tidak langsung. Pada Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat
disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu
kepada tokoh.
C. Latar
Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat,
dan latar suasana. Latar waktu adalah waktu (masa) tertentu ketika
peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar tempat adalah lokasi atau
bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
dalam cerita. Suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang
berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya
bersamaan dengan jalan cerita. Suatu cerita menjadi menarik karena
berlangsung dalam suasana tertentu. Misalnya, suasana gembira,
sedih, tegang, penuh semangat, tenang, damai, dan sebagainya.
Suasana dalam cerita biasanya dibangun bersama pelukisan tokoh
utama. Pembaca mengikuti kejadian demi kejadian yang dialami tokoh
utama dan bersama dia pembaca dibawa larut dalam suasana cerita.
sumber:Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XI SMA/MA
»»  READMORE...

Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah
A. Pengertian dari Ahli Bahasa
Karya Ilmiah terbagi atas karangan ilmiah dan laporan ilmiah. Karangan ilmiah adalah salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya. Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian
2. Pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta
3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan pemecahannya
4. Baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu
5. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat
6. Bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.
Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
B. Kombinasi Pengertian Hand Out dan Ahli Bahasa/ Analisis Pribadi
Karya ilmiah adalah salah satu jenis karangan ataupun laporan yang berisi serangkaian hasil pemikiran, pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, sebagai wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain, yang disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa, sesuai dengan sifat keilmuannya, dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.
Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
  1. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
  2. Tulisan disusun dengan metode tertentu
  3. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
  4. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.
C. Contoh-contoh Judul Karya Ilmiah
Fera Noviati. 2004. Upaya Pemanfaatan Tongkol Jagung sebagai Sumber Serat dalam Pelet Ransum Komplit untuk Domba. Skripsi.
Muslih Al Ma'arif. 2004. Efek Penambahan Jamu Nature Lay dalam Ransum terhadap Kadar Amonia Manur Ayam Petelur. Skripsi.
Hilda Sari Byryl Fitria.2004. Pemanfaatan Mulsa Chromolaena odorata untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Leguminosa serta Aktivitas Cendawan Mikoriza Arbuskula.
Riska Miasari. 2004. Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Wafer Ransum Komplit Pakan Domba.
Yayah B. Lumintang. 1980. Pola Kalimat Ragam Bahasa Indonesia Tulis Fungsional.
William Labov. 1968. “The Reflection of Social Processes in Linguistics Structures”. Dalam J.A. Fishman. Editor. Reading in the Sociology of Language.
Analisis Tata Tingkat Unit Bahasa
Struktur Hirarkhi Bahasa Indonesia
1. Fonem
Adalah kesatuan bunyi yang terkecil, yang membedakan makna bunyi bahasa dalam bidang fonemik/ dasar-dasar fonologi.
Contoh:
lusa : rusa, lebah : rebah, lawan : rawan, bala : bara, para : pala, sangkal : sangkar, dan bantar : bantal, dan seterusnya.
Fonem dibedakan menjadi 2 yaitu:
  1. Fonem Vokal
1. vokal tunggal (contoh: a, i, e, u, o)
2. vokal rangkap/diftong (contoh: ai, au, oi)
  1. Fonem Konsonan
1. nasal : m, nm, ny, ng (bila keluar melalui rongga hidung)
1. oral : b, c, d, f, g, dst. (kecuali vocal: keluar melalui rongga mulut).
2. Morfem
Merupakan satuan terkecil, atau satuan gramatikal terkecil dari kesatuan pembetukan kata dan dapat dibedakan artinya.
Identifikasi Morfem:
  1. Morfem Bebas dan Morfem Terikat
Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam ujaran. Contoh: pukul, ambil, potong, gali, dll.
Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam ujaran. Semua imbuhan (afiks) dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat. Contoh: duduklah, bergabung, menyanyi, terbawa, dll
  1. Morfem Utuh dan Morfem Terbagi
Klasifikasi morfem atas morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut, yaitu apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi, karena disisipi morfem yang lain. Contoh morfem utuh, seperti (meja), (kursi), (laut), dan (pensil). Begitu juga dengan sebagian morfem terikat, seperti (ter-), (ber-), (henti), dan (juang). Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian yang terpisah, satu di awal dan satu di belakang. Contoh: kata perbaikan, terdiri dari satu morfem utuh, yaitu (baik) dan satu morfem terbagi, yaitu (per-/-an).
  1. Morfem Bermakna Leksikal dan Morfem tidak Bermakna Leksikal
Morfem bermakna leksikal adalah morfem-morfem yang secara inhern telah memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. Contoh: kolam, pasang, marah, dll. Adapun morfem tidak bermakna leksikal adalah morfem yang tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan bentuk lain dalam ujaran. Contohnya: (ber-), (me-), dan (ter-).
3. Kata
Merupakan kumpulan bunyi ujaran atau satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, mengandung arti, atau dalam bahasa tulis, kata dinyatakan sebagai susunan huruf-huruf yang mempunyai arti yang jelas (huruf konsonan dan vokal).
Jenis-jenis kata: kata benda (nomina), bilangan (numeralia), depan (preposisi), ganti (pronomina), sifat (adjektiva), kerja (verba), keterangan (adverbia), sandang, sambung (konjungsi), dan seru.
4. Frasa
Adalah suatu konstruksi atau satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih, yang tidak berciri klausa dan yang pada umumnya menjadi pembentuk klausa. Frase juga berperan mengisi fungsi sintaksis, baik sebagai subjek, predikat, objek maupun keterangan.
Contoh: mahasiswa UNY, kemarin petang, bakti sosial, sudah datang, dll.
5. Klausa
Adalah satuan gramatikal yang disusun oleh kata dan atau frase, dan mempunyai satu predikat. Atau dapat dikatakan frase adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki struktur sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat dan mempunyai potensi menjadi kalimat. Predikat dapat berwujud nomina, verba, adjektiva, numeralia, pronomina, atau frase preposisional.
Contoh: Tanaman itu subur.
6. Kalimat
Adalah satuan bahasa yang secara relatif dapat berdiri sendiri, mempunyai intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa (minimal ada unsur subjek dan predikat). Dalam ragam tulis kalimat itu sebagian besar ditandai oleh huruf kapital di awalnya dan tanda akhir seperti titik, tanda tanya, tanda seru, dsb.
Contoh: - Mereka menikah kemarin.
- Mengapa dia terlambat?
Jenis-jenis kalimat yaitu: kalimat langsung, tidak langsung, verbal, nominal, tanya, berita, perintah, ajakan, permintaan, pengharapan, aktif dan pasif.
7. Paragraf
Merupakan sebuah unit bacaan (bisa terbangun dari satu, dua, tiga kalimat dan seterusnya) yang pada umumnya mengemukakan sebuah pikiran atau gagasan saja, serta tersusun secara runtut, logis, lengkap, utuh dan padu. Paragraf terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan satu pikiran utama atau gagasan pokok sebagai intinya.
Macam-macam Paragraf
  1. Paragraf deduktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. dari hal-hal yang bersifat umum ke hal yang lebih khusus. Gagasan utama/pikiran utama terletak pada kalimat pertama dalam suatu paragraf.
Contoh:
Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Oleh sebab itu, Indonesia kaya akan hasil laut, antara lain ikan dan mutiara. Selain itu, Indonesia juga kaya akan objek wisata maritim.
  1. Paragraf Induktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Dari hal-hal yang bersifat khusus ke hal yang lebih umum. Gagasan utama/pikiran utama terletak pada kalimat terakhir dalam suatu paragraf.
Contoh:
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien
  1. Paragraf Campuran/ kombinasi
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
Contoh:
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
Berdasarkan sifat dan tujuannya, ada lima jenis paragraf yaitu deskripsi, narasi, argumentasi (alasan), persuasi (ajakan), dan eksposisi (memaparkan).
8. Wacana (Discourse)
Adalah ‘kesatuan makna (sematis) antarbagian di dalam suatu bangun bahasa’. Sebagai kesatuan makna, wacana dilihat sebagai bangun bahasa yang utuh karena setiap bagian di dalam wacana itu berhubungan secara padu. Di samping itu, wacana juga terikat pada konteks.
Berdasarkan saluran komunikasi, wacana dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tertulis. Menurut Leech (1974), wacana dapat diklasifikasikan atas:
v wacana ekspresif, apabila wacana itu bersumber pada gagasan penutur atau penulis sebagai sarana ekspresi, seperti wacana pidato;
v wacana fatis, apabila wacana itu bersumber pada saluran untuk memperlancar komunikasi, seperti wacana perkenalan pada pesta;
v wacana informasional, apabila wacana itu bersumber pada pesan atau informasi, seperti wacana berita dalam media massa;
v wacana estetik, apabila wacana itu bersumber pada pesan dengan tekanan keindahan pesan, seperti wacana puisi dan lagu;
v wacana direktif, apabila wacana itu diarahkan pada tindakan atau reaksi dari mitra tutur atau pembaca, seperti wacana khotbah.
Struktur wacana yang utuh terdiri atas bagian awal, tubuh wacana dan bagian akhir.
Secara garis besar struktur wacana terdiri dari:
1. pendahuluan/pembuka
2. isi
3. penutup
Kerangka Wacana
Penataan ide di dalam kerangka di susun dengan pola berikut ini:
1. Kronologis
2. Perbandingan/ Pertantangan
3. Topikal (membagai topik menjadi sub-subtopik)
4. Solusi
5. Opini alasan
6. Sebab akibat
Contoh Kerangka Wacana
Topik: Arti Sebuah Keyakinan dalam Kehidupan
1. Percaya 100% tanpa ada keraguan
1.1 meyakini dalam hati, berikrar, serta bertindak
1.2 mengingkari dengan yang tidak diyakini
2. Mengikuti, mentaati
2.1 bertindak sesuai keyakinan
2.2 melaksanakan konsekuensi keyakinan
2.2 meninggalkan yang bertentangan dengan yang diyakini
3. Bergerak
3.1 senantiasa menuntut ilmu
3.2 berjuang demi membela keyakinan
3.3 meningkatkan kualitas diri
4. Sesuai arah, petunjuk/ guideline
4.1 menjaga keistiqomahan keyakinan
4.2 berhati-hati dalam bertindak.
»»  READMORE...

cara membaca cepat

Membaca cepat adalah kecakapan membaca dan memahami teks dalam tingkatan tinggi.
Rata-rata orang dengan pendidikan setingkat sekolah tinggi membaca sekitar 300 kata per menit, berarti bahan itu tidaklah bersifat teknis. Di sisi lain, pembaca cepat dapat membaca lebih dari 1000 kata per menit.
Pengukuran membaca cepat baru sangat berarti bila digabungkan dengan informasi seberapa tinggi pemahaman teks itu oleh pembacanya. Diketahui bahwa orang dengan kemampuan membaca cepat yang lebih tinggi juga memiliki pemahaman yang lebih tinggi. Malahan yang mengejutkan, seseorang biasanya memperbaiki pemahamannya seiring dengan kemampuan membaca cepatnya.
Ada beberapa faktor yang menghambat membaca cepat:


  1. Kosakata yang kurang
  2. Regresi - membaca kembali bahan yang sama secara berulang
  3. Subvokalisasi - melafalkan kata di pikiran ketika membacanya
  4. Persepsi yang salah - bisa karena gerakan mata yang salah atau masa persepsi yang lambat
Kebanyakan pembaca sambil lalu dapat meningkatkan keterampilan membacanya 2-3 kali dengan mempraktekkan membaca cepat.
»»  READMORE...

Selasa, 22 Maret 2011

Drama

Drama (Yunani Kuno: δρᾶμα) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan".
Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera (lihat melodrama).

Drama di Indonesia

Di Indonesia, pertunjukan sejenis drama mempunyai istilah yang bermacam-macam. Seperti: Wayang orang, ketoprak, ludruk (di Jawa Tengah dan Jawa Timur), lenong (Betawi), randai (minang), reog (Jawa Barat), rangda (Bali) dan sebagainya.

Unsur-unsur drama

  • Naskah drama/ Drama Script
  • Pemain (aktris atau Aktor)
  • Tempat pertunjukan (teater)
  • Penonton
»»  READMORE...
penokohan dan alur dalam sebuah cerita/drama
cara pengarang menggambarkan watak tokoh:
*penjelasan langsung pengarang
*dialog antar tokoh
*tanggapan/reaksi dari tokoh lain terhadap yokoh utama
*pikiran2 hati tokoh
*lingkungan di sekitar tokoh, penampilan tokoh(rapi, bersih, teratur)
*bentuk fisik tokoh
*tingkahlaku, tindakan tokoh/ reaksi tokoh terhadap suatu masalah.
tahapan alur:
>pengenalan/eksposisi
>pertentangn/konflik
>penanjakan
>klimaks
>penyelesaian(he/se)
bagian alur:
>situation..pengarang melukiskan kejadian
>Generation circumstance..peristiwa menunjukkn adanya gerak
>Rising Action..keadaan mulai tegang/memuncak
>Klimaks..peristiwa mncapai puncaknya/klimaks
>donouvement..pgrg mmbrkn pmchn msalah dr smuaperistiwa.
i
»»  READMORE...